Jumlah Wisudawan Cumlaude ITS Meningkat
19 September 2016 09:00:30
   
 

Bertempat di Gedung Grha, ITS meluluskan 3775 mahasiswa dengan gelar doktor, magister, sarjana, dan vokasi, Sabtu (17/9). Predikat pujian atau cumlaude pun berhasil diraih oleh 669 mahasiswa ITS. Angka tersebut meningkat dibanding periode-periode sebelumnya

 
Fakultas Teknologi Industri (FTI) mendulang jumlah wisudawan dengan predikat pujian terbanyak, yaitu 227 mahasiswa. Posisi ke dua diperoleh Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) dengan jumlah 136 wisudawan.

Sedangkan Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) masing-masing sebanyak 114 dan 112 wisudawan. Sisanya, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) sebanyak 72 orang.

"Sementara itu Magister Managemen Teknologi terdapat 8 orang dengan predikat pujian," tambah Drs Tri Budi Utama M S M, kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP).

Menurut Tri Budi, lama studi untuk mahasiswa yang meraih predikat pujian adalah enam semester untuk diploma tiga. Sementara tujuh hingga delapan untuk program sarjana. Sedangkan magister membutuhkan tiga hingga empat semester. "Kali ini jurusan dengan jumlah cumlaude terbanyak untuk program sarjana dan magister dipegang oleh Jurusan Teknik Kimia," ujarnya.

Sementara itu, wisudawan terbaik program magister diperoleh mahasiswa jurusan Teknik Material dan Metalurgi, Muhammad Nashrullah dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,0. "Untuk program diploma predikat pujian ini diraih oleh mahasiswa Bidikmisi, Cicik Khoirun Nisa' dengan IPK 3,89," lanjutnya. Mahasiswa Bidikmisi berpredikat cumlaude kali ini pun cukup banyak dengan jumlah 41 dari total 586 mahasiswa Bidikmisi.

Pada wisuda ke-114 ini, ITS juga mengesahkan kelulusan bagi mahasiswa berkependudukan asing. Tujuh mahasiswa asing ini pun resmi menyandang gelar magister. Diantaranya berasal dari Negara Polandia, Myanmar, Mozambik, Sudan, Timor Leste, dan Kanada. Bahkan, terdapat dua mahasiswa asal Sudan yang berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,81 dan 3,85.

Lebih lanjut, Tri Budi mengungkapkan bahwa ratio lulusan wisudawati terhadap wisudawan kali ini adalah 0,43. Rasio ini, lanjutnya, mengindikasikan terjadinya perimbangan jumlah lulusan wanita dan pria. Sehingga wanita memiliki kesempatan yang sama untuk memulai kehidupan pasca kampus nantinya.

Bagi Tri Budi, di era saat ini sangatlah dibutuhkan wirausaha-wirauaha muda yang berperan terhadap pembangunan bangsa. Menurutnya, Negara dapat lebih baik jika jumlah entrepreneur sebanyak 2,5 persen. "Semoga ketika lulus bukan hanya memakai gelar dan IPK itu untuk cari pekerjaan, tapi justu dapat membuka lapangan pekerjaan baru," harapnya
< Berita sebelumnya | Berita Selanjutnya >