Dosen FTK Menjadi Satu Satunya Dosen ITS di AIPI
21 September 2016 08:28:52
   
 

Menjadi salah satu anggota cendekiawan bergengsi di Indonesia, ITS patut berbangga. Sebut saja Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), yaitu suatu lembaga mandiri yang menghimpun para cendekiawan terkemuka Indonesia. Lembaga yang telah berdiri sejak tahun 1990 tersebut telah memasukkan 54 cendekiawan Indonesia, salah satunya seorang dosen Jurusan Teknik Perkapalan, Prof Ir I Ketut Aria Pria Utama MSc PhD CEng FRINA

 

Kontribusi AIPI di Indonesia telah dirasakan di berbagai sektor, salah satunya dalam bidang penelitian. Menjadi salah satu lembaga penyokong pemerintah, tugas utama AIPI yaitu memberikan masukan kepada pemerintah dan masyarakat sesuai dengan bidang konsentrasi masing-masing.


AIPI disebut-sebut sebagai pengakuan kehormatan tertinggi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Keanggotaannya pun dipilih berdasarkan syarat khusus, yaitu orang yang terpilih, harus ahli, dan berprestasi pada bidang ilmu yang digeluti. Tak hanya itu, prestasi yang dimaksud haruslah memiliki dampak positif bagi perkembangan pembangunan bangsa.
Tak disangka, jika satu dari 54 cendekiawan tersebut terdapat nama Prof Ir I Ketut Aria Pria Utama MSc PhD CEng FRINA, salah seorang dosen di FTK ITS yang akrab disapa Prof Ikap. Dirinya resmi bergabung dalam AIPI sejak Mei 2015 di bagian Komisi Ilmu Rekayasa (KIR). "Saat itu, ada sepuluh orang yang resmi bergabung dengan AIPI dan dilantik oleh menteri pendidikan dan kebudayaan 2015, Anies Baswedan," tutur ayah dari tiga orang anak tersebut.
Pria yang menyelesaikan S2-nya di Inggris tersebut tak pernah menyangka jika dirinya dapat bergabung dalam keanggotaan AIPI. "Pemilihan anggota AIPI dilaksanakan secara tertutup, dan saya rasa penilaiannya sangat ketat dan adil. Saya pribadi diseleksi selama setahun lebih," tutur Ikap.
Namun, bukan AIPI namanya jika anggotanya tak memiliki kapasitas di bidang ilmu pengetahuan. Sebelumnya, Ikap telah meraih berbagai prestasi yang terbilang cemerlang, salah satunya yaitu menjadi best paper award di kancah Internasional.
Tak hanya itu, Ikap juga pernah mendapat 3 penghargaan sekaligus dari Inggris, dan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang mendapatkan gelar International Council Member Royal Institution of Naval Architects (RINA).
Saat ini, pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Southampton tersebut tengah menjalankan beberapa tugas yang dikerjakannya bersama KIR AIPI. "Tugas yang tengah saya kerjakan ialah meningkatkan kualitas enginering, mengembangkan model dan sistem pendidikan, juga menghimpun kekuatan maritim Indonesia," ungkap Ikap.
Rencananya, ketiga tugas tersebut akan ditawarkan kepada pemerintah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Saya ingin bermanfaat bagi Indonesia dengan bidang yang saya geluti dan saya berharap juga bahwa kedepannya ada dosen ITS yang bisa bergabung dengan AIPI," ujarnya
< Berita sebelumnya | Berita Selanjutnya >