Kongres Pemuda Maritim, Wadahi Tuntutan Mahasiswa
05 Desember 2016 08:44:24
   
 

Kongres Pemuda Maritim Indonesia 2016 perdana digelar oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Salah satu rangkaian acara dari Kongres Maritim Indonesia I 2016 Infrastuktur ini dilaksanakan dua hari sejak Rabu (30/11). Menggandeng ITS, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman Republik Indonesia mewadahi suara mahasiswa lewat kongres pemuda

 

Bertajuk Youth Generation to Endorsing Realization of Indonesia as Global Maritime Axis, kongres ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Hotel Evora, Surabaya. Kongres ini dihadiri oleh 20 mahasiswa dari 16 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Mencanangkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia, rupanya membawa angin segar kebangkitan maritim Indonesia. "Nyatanya Indonesia masih belum siap, karenanya perlu perencanaan," ungkap Dio Kuncoro, Ketua Pelaksana Kongres Pemuda Maritim.

Selanjutnya, kongres ini juga dilaksanakan sebagai awal pembangunan aliansi pemuda maritim Indonesia. Aliansi ini yang akan mengawal kebijakan pemerintah terkait kemaritiman. Kongres dua hari ini menghasilkan beberapa poin aspirasi bagi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia.

Terdapat empat poin besar yang dibahas dalam kongres. Poin pertama adalah tentang energi kemaritiman dan industri energi. Dari poin ini, mahasiswa menuntut kelanjutan perkembangan tol laut yang masih minim. "Ada 65 pelabuhan penyebrangan, tapi fasilitasnya belum maksimal," tutur Dio.

Poin kedua adalah ekonomi kemaritiman, poin ini membahas tumpang tindih atas kegiatan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) komponen kapal. Dua poin terakhir yakni terkait hukum dan pemerintahan kemaritiman, serta pengembangan, pelestarian dan budaya kemaritiman.

Tuntutan para mahasiswa terkait dua poin ini mengenai penyelesaian masalah pertahanan dan pembangunan institusi kemaritiman di tiap wilayah di Indonesia.

Ir Muhammad Rizal Panrelly MT, perwakilan Sekretariat Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Bidang Maritim angkat bicara. "Ini juga sebagai langkah penyamaan persepsi antara pemerintah dan mahasiswa," terang Rizal mengenai tujuan kongres. Ia melanjutkan hal ini juga sebagai regenerasi pembangunan maritim Indonesia.

Ia juga berharap kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) bisa mewakili ITS sebagai pelopor pembangunan kemaritiman Indonesia. "Jangan sampai kecolongan pihak lain soal ini," tutur Rizal. Ia berpesan pada mahasiswa ITS untuk merealisasikan kongres serupa kedepannya.

Lagi, Rizal menegaskan bahwa ITS harus menjadikan maritim sebagai kekuatannya. "Kalau orang sebut maritim, sudah pasti jawabannya ITS," tegasnya.
< Berita sebelumnya | Berita Selanjutnya >