OCEANO 2017, Gelaran Big Event Mahasiswa Departemen Teknik Kelautan FTK
06 April 2017 15:46:12
   
 

Acara Besar Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan (HIMATEKLA) telah memasuki puncaknya. Seminar nasional kembali menjadi agenda puncak Ocean Engineering Exhibition and Competition (OCEANO). Bertajuk Advancing Maritime Technology For Sustainable Future, OCEANO ITS paparkan kelebihan eksplorasi laut dalam. Sabtu (1/4)

 
Menghadirkan pembicara Dr Usman Pasarai MEng, dalam seminar yang dihelat di Gedung Robotika ITS tersebut, ia memaparkan berbagai risiko dan keunggulan dari teknologi deep water project.
Usman menyatakan, minimnya eksplorasi laut dalam di Indonesia berkaitan dengan berbagai risiko juga persoalan yang melatarbelakanginya. Pertama adalah biaya yang dibutuhkan untuk pengeboran laut dalam sendiri jauh lebih tinggi dibanding dengan pengeboran di darat dan di laut dangkal.

Jika pengeboran di darat membutuhkan biaya 5-10 juta dolar AS, di perairan laut dangkal membutuhkan 20-25 juta dolar AS, pengeboran di laut dalam membutuhkan biaya 55-100 juta dolar AS.
Selain itu, Usman menambahkan meski dalam hipotesa, Indonesia memiliki limpahan minyak di lepas pantai atau laut dalam, Indonesia belum mampu menyediakan data keberadaan cadangan migas. "Hal ini membuat investor berpikir dua kali untuk berinvestasi," imbuhnya.
Terlepas dari berbagai persoalan tersebut, teknologi deep water muncul dengan berbagai keunggulan. Biaya yang diperlukan untuk eksplorasi dan eksplorasi akan terkompensasi dengan adanya penemuan tersebut.

Deep water
memberikan lebih banyak hasil dibandingan eksplorasi dengan perbandingan 65:35 untuk minyak dan 60:40 untuk gas. Bahkan hasil eksplorasi 3 sumur laut dalam mampu menutup biaya pengeboran 24 sumur darat yang dibor pada periode 2009 hingga 2012.

Meski bukan lagi penemuan baru, proyek eksplorasi laut dalam di Indonesia baru ada satu yang telah aktif berproduksi. Proyek tersebut adalah Lapangan West Seno di Cekungan Kutai, Selat Makassar dengan kedalaman laut sekitar 1000 m.

Di akhir, Usman menyatakan bahwa teknologi adalah kunci untuk mengembangkan potensi migas laut dalam. Mahasiswa dinilai sebagai kunci untuk perkembangan teknologi tersebut diharapkan dapat berperan aktif. "Mahasiswa harus terus belajar agar dapat menunjang kebutuhan teknologi di era modern ini," pungkasnya
< Berita sebelumnya