MARTEC Ajak Peserta Konferensi Tanam Mangrove di Teluk Lamong
03 November 2014 08:17:42
   
 

Sedikitnya 50 orang peserta International Conference on Marine Technology (Martec) dari mancanegara menanam 50 tanaman mangrove di Teluk Lamong, Gresik, Minggu (26/10). Tak hanya mengangkat nilai sosial, acara tersebut juga mengenalkan ekowisata kota Surabaya

 
Dr Setyo Nugroho, menjelaskan kegiatan penanaman ini adalah wujud perbuatan mulia untuk peradaban Indonesia. ''Selain membantu program pemerintah Kota Surabaya, nantinya tanaman ini sendiri akan dirawat oleh petani Romo Kalisari Wonorejo sehingga membantu masyarakat sekitar juga,'' imbuh dosen yang disapa Yoyok ini.

Setelah proses penanaman, Yoyok mengatakan dalam tiga bulan akan dilakukan satu kali peninjauan mangrove. Hasilnya akan dibagikan kepada peserta dalam bentuk foto melalui email.

Ia memperkirakan tanaman mangrove baru akan terlihat hasilnya dari lima sampai 10 tahun ke depan. ''Akan diberikan sertifikan kepada mereka sebagai bukti telah berkontribusi menanam mangrove di kota Surabaya,'' jelasnya.

Prof Dr Manfred Ahn mengungkapkan, penanaman mangrove seperti ini penting bagi sebuah negara. Menurut Manfred, tanaman yang hanya tumbuh di pesisir pantai ini mempunyai keistimewaan sendiri untuk melindungi garis pantai dari pengikisan.

Dosen asal Kanada ini juga mengibaratkan pertumbuhan mangrove layaknya pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ekonomi suatu negara bisa berkembang seperti penanaman mangrove. ''Yang bisa selalu tumbuh hingga lima sampai 10 tahun ke depan,'' pungkasnya.
< Berita sebelumnya | Berita Selanjutnya >