Monumen Sejarah Surabaya Jadi Favorit Peserta MARTEC 2014
03 November 2014 08:19:39
   
 

Setelah mengadakan konferensi International Conference on Marine Technology (Martec) kemarin (25/10). Kali ini, peserta Martec yang berasal dari mancanegara diajak berkeliling kota Surabaya. Beberapa monumen fenomenal yang sarat sejarah menjadi destinasi untuk mengenalkan kota Surabaya, Minggu (26/10).

 
Terdapat dua destinasi yang dikunjungi, yakni Monumen Tugu Pahlawan dan Rumah HOS Tjokroaminoto. Dr Ing Ir Setyo Nugroho, Sekretaris Martec 2014 menjelaskan, kedua tempat tersebut sengaja dipilih lantaran mengandung nilai sejarah kota Pahlawan yang kental. ''Terutama rumah HOS Tjokroaminoto, dimana rumah tersebut adalah tempat pertama lahir gagasan hebat Soekarno memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,'' imbuhnya.

Saat melakukan tur kota, para peserta turut dijelaskan beberapa gedung yang mengandung sejarah. Sebut saja Hotel Majapahit, tempat peristiwa insiden perobekan bendera Belanda terjadi. Tak ketinggalan, Monumen Jembatan Merah pun menjadi tujuan tur kali ini. ''Tur kota sengaja dikonsep untuk memperkenalkan tempat sejarah yang ada di Surabaya sehingga tidak hanya sekedar memperkenalkan kota Surabaya saja,'' ujar Dosen Transportasi Laut ITS ini.

Menurutnya, mengenalkan sejarah tak hanya lewat buku. Tur kota juga bisa sebagai salah satu cara mengenalkan pendidikan sejarah kepada orang lain. ''Terutama kepada warga asing, agar mereka juga mengetahui perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini,'' jelasnya.

Ia berharap, para peserta bisa merasakan atmosfer perjuangan pahlawan Surabaya yang terjadi saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia. ''Untuk bangsa kita sendiri, juga agar menjadi warga Dunia yang tidak kehilangan jati diri bangsanya,'' harapnya.

Salah satu peserta, Dr Sue Molloy turut mengungkapkan kekagumannya akan arsitek bangunan Indonesia. Menurut Sue, beberapa bangunan tua yang masih sarat arsitek Belanda menjadi daya tarik kota Pahlawan ini.

Dibanding negara asalnya, Kanada, Sue mengungkapkan monumen sejarah seperti Tugu Pahlawan lebih besar dibanding monumen negaranya. ''Apalagi disini (Tugu Pahlawan,red) lebih tenang dan terdapat replika tulisan pembakar semangat yang menggambarkan keadaan sejarah dulu,'' ujar wanita berambut pirang tersebut
< Berita sebelumnya | Berita Selanjutnya >